Semen Indonesia Berdayakan Warga Socorejo Melalui P2M-SG

Socorejo- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG) berkomitmen memberdayakan warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur lebih mandiri. Tahun 2018 ini Organisasi Masyarakat Setempat (OMS) menerima dana realisasi program pemberdayaan CSR sebesar Rp250.000.000, yang diperuntukkan membangun gedung TPQ Islamadina Socorejo.

"Atas nama FKM Bangkit Berjaya mengaku berterimakasih atas bantuan yang diberikan PT SI  untuk masyarakat desanya," ujar Kepala Desa Socorejo, Arief Rahman Hakim, Rabu (14/11/2018).

Kang Arief sapaan akrabnya, berharap bantuan CSR SI bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mencetak generasi Qur'ani di desa pesisir pantai utara Jawa.  Bantuan CSR SI tersebut akan diwujudkan berupa gedung tempat menempa ilmu agama dan Alqur'an. Ukurannya 5,5 x 8 meter, dan semoga berjalan lancar.

FMK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dibentuk untuk memperkuat pengawasan program CSR PT SI kepada masyarakat. FMK merupakan forum diskusi para pemangku kepentingan desa yang meliputi pemerintahan dan masyarakat.

Perwakilan Bina Lingkungan PT SI, Hari Subagyo, berharap bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat Socorejo yang merupakan desa ring satu. Selain itu, TPQ Socorejo mampu melahirkan generasi Qurani yang membanggakan semua pihak. 

"PT SI berkomitmen menyejahterakan desa sekitar melalui program CSR," sambungnya. 

Tahun 2018 ini, PT SI telah melakukan praktik kerja yang baik, ditandai P2M-SG dengan konsultan dari Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.

Dari 26 desa di tiga kecamatan yang mengirimkan usulan, jumlahnya ada 204 proposal. Proposal yang lolos verifikasi ada 190, rinciannya 114 usulan pemberdayaan dan 76 infrastruktur.

Adapun yang tidak lolos ada 14 proposal, karena setelah diverifikasi sudah didanai Dana Desa (DD). Dilihat dari usulan programnya juga tidak mungkin masuk P2M-SG, karena ada yang mengusulkan keranda mayat, pagar makam, dan tempat pemandian mayat. Pertimbangan proposal itu tidak lolos karena tidak ada unsur pemberdayaan ke masyarakat sekitar.

Total anggaran program ini Rp7,25 Miliar, dibagi pemberdayaan Rp1,6 Miliar, fisik Rp4,09 Miliar dan FMK Rp650 juta. (*)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)