Bupati Tuban Cerita Kesantunan Orang Bali

Socorejo- Budaya dan agama tak bisa dipisahkan. Kalau ada budaya yang tidak sesuai agama, jangan budayanya yang dihilangkan tapi diluruskan. Waktu lalu ketemu dengan Bupati Bali, kenapa orang Bali santun-santun. Apakah Agama Hindu mengajarkan kesantunan. Jawabannya ini terbentuk karena karakter dan budaya. Bukan agama karena semua agama mengajarkan hal yang baik.

"Maka dari itu, budaya gotong royong harus dilestarikan. Seperti budaya yang ditampilkan ada tari, pencak silat, tari dua jari dan lain sebagainya," tutur Bupati Tuban, Fathul Huda, Rabu (07/11/2018).

Desa harus mendapat perhatian, karena di Indonesia banyak desanya. Adapun arus urbanisasi 55% di kota dan di desa hanya 45%. Oleh karena itu, program CSR harus diberikan kedesa.

Tadi kita lihat bersama dorong perahu bersama. Kalau tak ada gotong royong bagaimana teknisnya memindahkan perahu seberat itu. Sekali lagi gotong royong sangat penting, utamanya saat ada kematian atau bencana.

"Bencana di Tuban yang kita pikirkan yaitu kebakaran, karena ketika mobil Damkar di lokasi api sudah padam dan rumah warga habis," ungkap bapak empat anak ini.

Bupati yang rajin berdakwah ini mengucapkan selamat HKG PKK usianya memasuki ke-46. Selama ini, PKK kegiatan pemberdayaan dalam pembangunannya luar biasa. Selama tujuh tahun banyak yang dilakukan dan harus ditingkatkan.

Misalnya pemberdayaan di bidang pndidikan usia 4-6 tahun harus bisa masuk di PAUD. Jumlah penduduk di Tuban, ada 50 ribu yang usianya 4-6 tahun. Yang sudah masuk 98,8 persen. Masih ada 1,2% yang belum sekolah atau masuk Paud.

"Padahal pendidikan Paud yang dasar dan menjadi pondasi pendidikan berikutnya," imbuhnya.

Data yang dimilikinya, masih ada 550 anak yang belum sekolah. PKK harus dicari dulu angka 1,2%, kenapa gak sekolah. Apakah faktor ekonomi, dan CSR SG harus membantu karena tidak banyak biayanya. Kedua apakah faktor geografi (tempat terpencil), atau jangan-jangan si anak tidak mau sekolah.

Pemberdayaan di bidang kesehatan sudah ada posyandu, tapi disini ada angka kematian bayi cukup tinggi. IPM Tuban belum naik karena kesehatan dan karena banyaknya bayi mati.

Pemberdayaan ekonomi utamanya nelayan. Kalau sudah pahit banyak piring terbang kayak dulu. Ibu nelayan harus dibantu melalui dukungan CSR dari perusahaan.

Terakhir pemberdayaan Lansia. Camat harus mendata Lansia yang sudah tidak bisa melihat, untuk diperiksakan ke dokter atau dioperasi. Di Bumi Wali masih banyak Lansia yang mestinya pandangannya manfaat, tapi sudah tidak bisa melihat.

Beberapa hari lalu BPJS mencabut anggaran penyakit mata, tapi alhamdulillah diprotes oleh dokter dan dikembalikan lagi. Di RS juga masik banyak yang berobat mata.

Bagi Lansia yang sudah terlanjut buta aksara tidak usah diajari. Yang perlu diajari yaitu sholat diajari, dan bagi yang belum punya alat sholat dibantu.

Setibanya di Desa Socorejo, Bupati Tuban beserta rombongan langsung singgah di Balai Desa untuk melihat langsung pelayanan desa. Berlanjut melihat hasil olahan seluruh desa di Kecamatan Jenu. Tak lupa melihat stand BUMDes Socorejo yang menjadi terbaik se-Kabupaten Tuban. (*)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)