20 Agustus 2018 08:17:49
Ditulis oleh Administrator

Pesan Khusus Kades Socorejo di Malam Tirakatan HUT RI ke-73

Socorejo- Malam tirakatan dan tahlil kubro dalam rangka memperingati HUT RI ke-73 digelar di Masjid Al Istiqomah Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Disela itu, ada pesan khusus yang disampaikan Kepala Desa, Arief Rahman Hakim kepada masyarakat yang hadir.

“Bahagia bisa berada di tengah-tengah masyarakat, dan bisa makan bersama sama mensyukuri Kemerdekaan RI,” tutur Kang Arief sapaan akrab kades muda dan produktif dalam sambutannya, Kamis (16/8/2018).

Momentum kemerdekaan ini adalah, sebagai refleksi bahwa ummat Islam adalah pemegang saham terbesar NKRI. Kemerdekaan RI adalah hasil rahmat Allah SWT yang didalamnya ada peran serta perjuangan ulama dan ummat Islam. 

Mari kita senantiasa jaga persatuan dan kesatuan kita menuju Negara yang Maju dan Sejahtera!! “Merdeka!!!!!,” pekiknya.

Jika dirunut dari segi bahasa, malam tirakatan  berasal dari bahasa arab Thariqat-Thariq, yang berarti jalan secara harfiahnya. Secara Definitif, Thariqat berarti suatu proses perjalan mencari kebenaran, atau mencari jalan yang benar. Bisa diartikan Thariqat atau Tirakat adalahpencarian nilai-nilai kebenaran. Pencarian nilai itulah yang mengilhami adanya malam tirakatan 17 Agustus. Mencari nilai tentang spirit kenegarawanan , spirit pejuangan yang telah dilakukan para pendahulu untuk membuat kemerdekaan indonesia.

Spirit itulah yang harus ada, bukan hanya ketika hari kemerdekaan saja atau ketika malam tirakatan saja. Tetapi harus ada terpatri selamanya dalam hati warga indonesia.

Disamping itu, ada beberapa hal yang dapat digapai selama malam tirakatan. Pertama, Nasionalisme kita belum mati. Kita masih punya kebanggaan sebagai bangsa. Masih memiliki penghargaan terhadap para pahlawan bangsa.

Kedua, kita patut bersyukur dalam situasi apapun. Masyarakat kita masih memiliki kesadaran untuk berbangga sebagai bangsa yang merdeka, yaitu bangsa yang memiliki harga diri yang setara dengan berbagai bangsa di dunia. Makna besar inilah yang membuat hari kemerdekaan senantiasa dengan rela diperingati, disyukuri dan doakan.

Ketiga, malam tirakatan setidaknya membuat kita berhenti sejenak untuk mengingat para pendiri bangsa ini. Lebih jauh lagi para pahlawan yang berjuang dari abad ke abad, mereka itu adalah sosok-sosok yang berkorban jiwa dan raga. Sosok yang berjasa tanpa pamrih dan benar-benar memikirkan Indonesia merdeka demi berdirinya negara Indonesia.

Keempat, sekalipun sederhana, setiap kemeriahan bazaar, persiapan panggung gembira, lomba-lomba yang penuh canda tawa, mengingatkan kita akan nilai kegotongroyongan. Disebut-sebut pula sebagai nilai luhur bangsa yang sudah menjadi budaya nenek moyang kita.  Semoga semangat gotong royong ini masih ada.

Selamat ulang tahun Indonesia. Diusiamu yang ke-73, banyak harapan dan doa dari masyarakat untukmu.

Dimanapun dan kapanpun saya berpesan, untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di masyarakat. Karena hanya dengan tetanan masyarakat yang bersatu, target pembangunan desa bisa tercapai. Mari kita Bersatu Demi Socorejo Bangkit dan Berjaya. (*)

 

 



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus