19 Maret 2017 00:45:23
Ditulis oleh Administrator

Local Wisdom Sistem Buttom Up Strategi Perwujudan Indonesia Hijau

Perkembangan teknologi, pertumbuhan penduduk, serta ekonomi setiap tahunnya bertambah, mengharuskan manusia memerlukan tempat hidup dan kebutuhan hidup. Tidak hanya menyangkut barang-barang primer seperti sandang, pangan, dan papan, tetapi juga membutuhkan beragam fasilitas dan barang-barang sekunder maupun tersier seperti mobil dan barang mewah lain. Tidak diragukan lagi, dengan kebutuhan dan keinginan manusia yang semakin banyak, maka pertumbuhan ekonomi yang paling berpengaruh terhadap permasalahan lingkungan hidup. Salah satu indikasi pertumbuhan ekonomi yang paling berpengaruh terhadap permasalahan lingkungan yaitu pendirian pabrik industri berskala besar maupun skala kecil yang dimaksudkan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan produk lebih cepat dan tinggi.

Indonesia beberapa tahun terakhir bekerja sama dengan REDD+, UNEP, UNDP, FAO, serta negara-negara berkembang lainnya menerapkan program Indonesia Hijau, visinya untuk pelestarian lingkungan dalam mengeksplorasi alam sebagai percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, visi tersebut belum sepenuhnya dapat melestarikan lingkungan dalam proses ekplorasi. Visi yang tepat menurut saya tentang adanya Indonesia Hijau ini adalah mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi terhadap lingkungan berbasis Local Wisdom sistem Buttom Up. Visi ini lebih mengedepankan proses ekplorasi alam secara kearifan lokal masyarakat agar terjaga keasliannya dan pemerintah mengawasi serta menyediakan fasilitas maupun finasial yang dibutuhkan masyarakat. Pada dasarnya populasi terbanyak di Dunia adalah manusia, jadi seluruh elemen masyarakat seperti masyarakat desa maupun kota, pebisnis, petani, pedagang, pemerintah daerah ataupun pusat sangatlah berperan dalam proses mempertahankan keseimbangan lingkungan dalam pembangungan berkelanjutan (sustainable development).

 

Peran yang harus dijalankan oleh kaum bisnis maupun eksekutif dalam menopang ekonomi hijau ini adalah dengan melindungi kekayaan alam berkelanjutan yang dihasilkan oleh modal alam untuk mengurangi resiko terhadap perubahan lingkungan dan perubahan iklim secara signifikan. Kebijakan yang lebih kuat terhadap upaya pembangungan berkelanjutan dapat diharapkan sebagai instrumen kebijakan yang mendukung keseimbangan pelestarian alam terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, saran terbaik bagi kaum bisnis adalah untuk investasi pada alam karena seluruh nilai ekonomi hutan (alam) menunjukkan nilai dan potensi tingkat pengembalian investasi yang jauh lebih tinggi.

Pada dasarnya investasi paling besar berada di pasar modal (saham dan obligasi) atau perusahaan besar berskala Internasional. Akan tetapi, investasi di sektor kehutanan lebih menjanjikan untuk jangka panjang dan berkelanjutan. Investor dapat memberikan manfaat besar pada Negara, Lingkungan, serta Masyarakat asli. Investasi tidak harus berupa uang, namun investasi dapat berupa bibit-bibit pohon untuk usaha konservasi, penyediaan pupuk untuk wilayah hutan produksi, dan lain-lain. Keuntungan bagi investor sendiri, mereka dapat bekerjasama dengan pemerintah dalam mengelola hasil kehutanan, seperti melakukan tebang pilih pohon yang hasilnya sangat menguntungkan, membuat program wisata dengan memanfaatkan potensi hutan berbasis ramah lingkungan, dan masih banyak lagi keuntungan yang investor dapatkan dari investasi di sektor kehutanan.

 

Penulis

 

Dusun Mawot RT. 02 RW. 04 Desa Sugiharjo Kec. Tuban

 



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus